Jan 07 2012

Blogger untuk Pengembangan Pariwisata Banten

Published by luvjoy under Tak Berkategori

Provinsi Banten. Provinsi ini terdiri atas Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kota Serang, dan Kota Tangerang Selatan.  Ibukota provinsi ini adalah Serang, walaupun kegiatan perekonomian lebih terasa denyutnya di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan, dimana perkembangan infrastruktur dan perumahan sangat pesat di dua wilayah ini.

Terletak di ujung barat Pulau Jawa, memposisikan Banten sebagai pintu gerbang Pulau Jawa dan Sumatera dan berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara.

Dalam MP3EI (Masterplan  Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) 2011-2025, Provinsi Banten memegang peranan penting sebagai wilayah utama yang akan menyatukan antara Koridor II (Banten, Jakarta, Semarang, Jogja, Surabaya) dan Koridor I Sumatera (Banda Aceh, Medan, Pakanbaru, Batam, Jambi, Padang, Palembang, Bengkulu, Lampung, Pangkal Pinang).

Perwujudan sarana penghubung antara koridor II dengan Koridor I adalah dengan pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2013. Pembangunan JSS akan menyatukan Pulau Sumatera dan Pulau Jawa sehingga akan menimbulkan dampak ekonomi yang positif, terhadap seluruh wilayah Banten, misalnya saja berkembangnya kegiatan ekonomi utama pada masing-masing kaki jembatan, seperti resor pariwisata Tanjung Lesung (1.500 ha), kawasan sekitar Peti Kemas Bojonegara (500 ha) dan kawasan industri di Cilegon.

Harus diakui, bahwa pembangunan Provinsi Banten belum merata. Pembangunan dan kesejahteraan baru tampak nyata di wilayah Tangerang, Tangerang Selatan, Serang Padahal Banten menyimpan begitu banyak potensi. Terutama potensi pengembangan pariwisata. Dari situs resmi pemprov Banten, diketahui telah diidentifikasi keberadaan 241 obyek wisata yang terdiri dari obyek wisata kategori alam (60 obyek) dan obyek wisata kategori buatan (181 obyek). Luar biasa, begitu kayanya potensi pariwisata yang sudah terpetakan ini. Obyek wisata pantai yang sudah terpetakan ada dan air terjun sebanyak 11 lokasi, tersebar di Kab. Pandenglang, Kab. Serang dan Kab. Lebak.

Secara kewilayahan, pola pengembangan pariwisata Provinsi Banten terdiri dari Kawasan Wisata Pantai Barat, Kawasan Wisata Ziarah, Kawasan Wisata Pantai Selatan dan Kawasan Wisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Dalam Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Provinsi Banten telah ditetapkan 18 kawasan pengembangan pariwisata yang tersebar di seluruh kabupaten/kota berdasarkan hasil pengelompokan (clustering) obyek-obyek wisata yang ada.

Dari 18 kawasan pengembangan pariwisata yang ditetapkan tersebut, sebagian telah bertumbuh menjadi obyek wisata nasional maupun internasional, seperti Kawasan Pantai Anyer-Carita-Tanjung Lesung, Living Culture Baduy, dan TNUK. Namun bertumbuhkembangnya kawasan wisata secara umum masih terkonsentrasi pada wilayah utara dan barat Provinsi Banten. Sedangkan kawasan-kawasan pengembangan wisata di wilayah selatan belum bertumbuhkembang terutama disebabkan oleh keterbatasan infrastruktur .

Di bagian selatan Banten, tepatnya di Kabupaten Lebak , ada Pantai Bayah yang cantik yang belum tersentuh oleh investor untuk pengembangan pariwisatanya. Selain itu, di kabupaten Lebak masih ada Pantai Bagedur, Desa Wisata Sawarna, Gua Lalay, dan Pantai Sawarna yang memiliki ombak yang disukai para peselancar.

Ada beberapa kemungkinan mengapa potensi pariwisata Banten wilayah selatan belum banyak dilirik investor maupun masyarakat, di antaranya belum memadainya sarana dan prasarana yang vital seperti kondisi jalan, listrik, air bersih, telekomunikasi, pusat perbelanjaan, dan perhotelan. Di kawasan Sawarna, belum ada hotel berbintang yang memadai, namun tersedia homestay yang ternyata juga diinisiasi oleh masyarakat setempat.

Apa yang bisa dilakukan blogger khususnya blogger yang berdomisili di wilayah Banten? Blog adalah salah satu wadah citizen journalism yang bisa dimanfaatkan sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat pada pemerintah.  Blogger bisa menjadi corong aspirasi masyarakat, menjadi penyambung lidah dari masyarakat melalui sosial media.  Banten membutuhkan blogger-blogger yang kritis, independen, peka terhadap lingkungan, siap menyuarakan keinginan masyarakat, berani memberi masukan kepada penyelenggaraan negara dan berani bahu membahu bersama masyarakat dalambentuk karya positif untuk mewujudkan Banten yang lebih baik.  Saya sendiri sebagai warga Banten belum mengenal dan mengunjungi  tempat pariwisata yang indah di Banten, kecuali Anyer dan beberapa tempat wisata perkotaan.   Dalam memperkenalkan obyek pariwisata di Banten, terutama wisata alam yang masih belum banyak dikenal oleh masyarakat di luar Banten, peranan blogger bisa menjadi sangat strategis.

Saya pernah dan mungkin juga masih memimpikan bahwa blogger Banten bisa menyelenggarakan suatu bentuk pertemuan atau kopdar Blogger nasional yang bertemakan wisata Banten, berlokasi, mungkin di wilayah Lebak, salah satu wilayah yang masih tertinggal namun memiliki potensi pariwisata yang besar.  Tentunya dengan mengundang blogger-blogger Banten dan blogger tamu dari seluruh Indonesia. Harapan saya, akan sangat membantu bila Pemprov Banten sendiri yang memfasilitasi kegiatan ini.Diharapkan para blogger melalui tulisan mereka di blog masing-masing (berdasarkan pengalaman mereka sendiri menyaksikan dan menikmati keindahan obyek wisata Banten) , bisa menjadi corong untuk menyebarkan informasi tentang keindahan obyek wisata banten ini, sekaligus juga mengkritisi kinerja pemerintah provinsi agar segera tergerak untuk membenahi wilayahnya.

Jika bersatu, blogger Banten pasti bisa membuat perubahan, paling tidak, menginisiasi adanya perubahan untuk Provinsi tercinta ini. Amien.

Referensi artikel ini diambil dari 1, 2, 3, 45

2 responses so far

Feb 21 2011

Ramuan Cinta Dahsyat dalam Mie Instant

Published by luvjoy under Tak Berkategori

Ketika iklan lomba masukdapur nya Hes dan Wicak, yang bertajuk Sajian Istimewa, saya berhasrat untuk ikut. Saya (lagi) senang-senangnya memasak (sebenarnya karena terpaksa, ngga ada asisten gitu loh). Lalu saya mencoba mengubek-ubek koleksi foto-foto masakan (hasil karya saya, bukan yang ada di detikfood :p ) yang sempat saya dokumentasikan. Rencana awalnya, saya mau ambil salah satu foto masakan yang menurut saya masuk kategori “istimewa” kemudian resep dan pengalaman saat membuat masakan itu akan saya tuliskan di blog. Sekitar 5 foto sudah saya timbang-timbang untuk selanjutnya saya pilih.

But then when I started to write, saya memikirkan kembali tema lomba itu. SAJIAN ISTIMEWA untuk ORANG TERCINTA. Siapakah yang berhak mengklaim bahwa sajian itu Istimewa? Apakah orang yang jungkir balik berusaha membuat sajian itu? Atau orang yang mencicipi sajian itu? Atau mbok tukang sayur yang menjual bahan-bahan sajian itu? Atau tukang gas delivery yang saya pakai untuk kompor saya? OOT ya .. hehehe..

Saya pikir, kok riya bener ya saya yang mengklaim bahwa masakan saya istimewa. Bagaimana kalau ternyata orang yang saya targetkan sebagai pencicip masakan saya menilai bahwa masakan saya ternyata biasa-biasa saja? Atau lebih buruk lagi:tidak enak? (Hal ini pernah sungguh-sungguh terjadi pada saya lho..) Lha kalau begitu tag “istimewa”nya jadi tidak syah kan :) Ditambah lagi jadi bête dan manyuun karena ternyata respon pencicip tidak sesuai yang diharapkan :). Habis itu masakannya gak habis pula, huaaa..

Karena itu, menurut saya, sebetulnya bukan saya yang berhak mempatenkan bahwa masakan saya istimewa. Seharusnya ini adalah tentang apa sajian yang menurut kita istimewa, terutama karena dibuat oleh orang-orang tercinta. Dan saya menemukannya. Sebuah menu sederhana, yang hadir tiba-tiba, tanpa permisi, namun begitu luarbiasa. Karena itu layak disebut istimewa. Yang memasak: my hubby, orang yang bersama saya dalam 8 tahun pernikahan, dan lebih dari 5 tahun sebelumnya menjadi sahabat.

Sajian ini istimewa untuk saya, terutama karena: tidak setiap hari beliau memasakkan hidangan ini untuk saya. Beliau hanya memasak di saat-saat tertentu, di saat di mana saya tidak pernah meminta beliau untuk memasakkan. Namun saya hanya melongo dan berucap lirih “terimakasih” dengan penuh kebahagiaan, karena masakan beliau terasa begitu lezat di lidah saya. Saat tertentu itu misalnya: saat seluruh tubuh saya kelelahan seusai menjalani hari kerja yang berat, saat saya sedang suntuk di akhir bulan mengingat sisa target yang harus saya kejar, saat saya sedang menderita karena flu atau migraine yang terkadang begitu rajin menghampiri saya, atau saat kapanpun dimana semua kejutan “sajian istimewa” dari suami datang di hadapan saya dan mencerahkan hari.

Sajian istimewa itu selalu merupakan kejutan buat saya, karena suami tidak pernah menanyakan atau menawarkan (sebaliknya saya juga tidak pernah meminta, yeah… I just remembered that I ‘ve never asked him to make that dish for me..he just made it for me without any notice), tahu-tahu hidangan itu sudah terhidang di depan saya, dengan aroma harum yang membangkitkan selera…

Mau tau seperti apa siih sajian istimewa ala suami? Ini looh resep sajian istimewa bikinan suami.

Bahan:

1 bungkus mie instant,rasa dan merek terserah (yang ada di rumah)

2 buah sosis, potong-potong

1 butir telur ayam

1 sendok makan keju parut, kalau (kebetulan) ada.

3 buah cabai rawit merah

Cara membuat:

Didihkan 1,5 gelas air (300 cc), masukkan mie instant bersama bumbunya (suami hanya memakai ½ bungkus bumbu), telur , sosis dan cabai sekaligus. Aduk-aduk, masak selama 5 menit sampai agak nyemek, angkat. Hidangkan mie, pelengkap dan kuahnya panas-panas.

Wait..wait.. resep apaan itu diatas? Cuma mie instant? Mie instant rebus dibilang istimewa?? Iya.. istimewaaa banget

Hmm, cara bikinnya so simple kan? Perbedaannya hanya pada pencampuran bumbu. Lazimnya, bumbu mie instan dipisah (ditaruh di mangkok) dan baru dicampur setelah mie dan pelengkapnya matang. Mie a la suami saya rasanya selalu pedas menggigit, karena beliau tidak pernah ketinggalan memasukkan rawit merah. Suami saya penggemar pedas, dan yeap, beliau sukses menularkan kegemaran pedasnya pada saya.

Rasa pedas cabai rawit merah ini sukses membuat saya terengah-engah, namun tetep loh,mie-nya licin tandas.

Mie Instant Special Hubby

Mie Instant Special Hubby

Percaya nggak, walaupun kelihatannya simple, saya berkali-kali mencoba membuat mie instant dengan cara yang diusahakan persis sama dengan suami, namun saya tidak pernah puas dengan rasanya. Selalu terasa ada yang kurang. Dan menurut saya, mie instant terlezat di dunia ya mie buatan suami ini. Bukannya lebay, tapi kadang-kadang saya beli mie instant rebus di warteg atau warung indomi (yang sering ditambahi topping atau variasi macam-macam), kok tetap ngga ada yang ngalahin rasa mie buatan suami.

Kalau ini nggak layak menang karena memang bukan saya yang membuat Sajian Istimewa itu, apalagi resepnya tidak ada unsur kebaruannya atau orisinalitas, atau mungkin bagi sebagian orang berpendapat: mie instant it tidak sehat, buat saya tidak apa-apa . At least here I want to show my gratitude to my hubby, yang dengan sajian sederhana buatannya, sungguuuuuuh terasa sangat-sangat istimewa untuk saya, dan membuat saya merasa dicintai selamanya. I love you so much, Hun!

*tadinya saya mau posting di blog baru Hes, tapi kok rasanya postingan ini lebih sesuai dengan tagline blog yang ini*

Terima kasih masukdapur, telah mengingatkan saya akan istimewa nya sajian dari suami saya.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Sajian Istimewa masukdapur.blogdetik.com

7 responses so far

Jan 21 2011

While you were riding..

Published by luvjoy under Tak Berkategori

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk ikut lomba “Blogger for Safety Riding” yang diselenggarakan oleh teman-teman dBlogger dalam rangka perayaan hari jadinya, melainkan hanya sekedar cerita pengalaman masa lalu tentang safety riding.

Tips-tips tentang safety riding and safety driving sudah banyak diulas oleh teman-teman lain dalam postingan mereka.  Mulai dari pakai helm, melaksanakan peraturan lalin, cek kondisi motor dan masa berlaku SIM (untuk safety riding) atau menggunakan child seat untuk anak, pakai safety belt, cek kondisi mobil secara berkala, tidak bertelepon ria saat menyetir dan lain sebagainya (untuk safety driving).

On top of all, setelah semua peraturan berkendara dijalankan dan kelengkapan yang harusnya ada (helm atau seat belt) dikenakan, yang tidak kalah penting dalam safety riding adalah a clear and focused mind while you’re riding, or driving.

Nggak bisa nggak, karena berkendara melibatkan koordinasi berbagai anggota tubuh dan kudu melihat situasi, maka saat menyetir diharapkan pikiran kita fokus pada kendaraan maupun lalu lintas yang kita lalui. Makanya kita tidak dibolehkan bertelepon saat mengemudi, eventhough ada handsfree, yang memungkinkan kedua tangan tetap bebas memegang kemudi.  Bukan masalah handsfreenya tetapi perhatian kita bisa terpecah, apalagi bila apa yang kita dengar di telepon merupakan hal-hal yang bisa memicu emosi.

Selain dilarang menelepon, sebagai pengemudi diharapkan dapat mengendalikan diri dan mengantisipasi  dengan cepat bila melihat hal-hal diluar dugaan di jalan.  let’s say mobil di depan ngerem mendadak, suara bel palangpintu kereta, motor yang tiba-tiba nyalip dari kiri dan memotong jalur kita secara mendadakkk(behhh ini mah sering banget), kendaraan di depan kita tiba-tiba belok tanpa sein sampai pengemudi lain yang ugal-ugalan dan ngajak balapan. Intinya dalam kondisi apapun seorang pengemudi harus menjaga emosinya dan menguasai kendaraannya.

Berbelas tahun yang lalu, saat masih kuliah, ada kejadian lucu yang miris juga yang berkaitan dengan safety riding.

Suatu pagi, saya dan teman satu kos berjalan di gang yang menuju halte bis kampus.  Gang itu lebarnya 2  meteran lebih, jadi bisa dilalui motor dari dua arah dan (bisa juga) mobil (dengan cara amat maksa :D) tapi jarang banget ada mobil berani lewat di gang ini kalo ga mau kena timpul.  Ngga ada trotoarnya tentu saja, jadi kami berjalan di sebelah kiri dan berusaha hati-hati.

Lagi asik jalan,dari arah berlawanan muncul sepeda motor yang dikendarai seorang pemuda tanpa helm (mungkin mahasiswa juga) dengan kecepatan rendah.  Pemuda itu melihat ke arah kami, kemudian bersiul sambil melewati kami, matanya terus melihat pada dua mahasiswi yang sedang berjalan sampai menghafalkan bahan kuliah (karena mau ada kuis). Kenapa bersiul, well yah bisa tebak sendiri lah ya.

Kejadiannya sangat cepat, ngga sampai sedetik setelah dia melewati kami, terdengar bunyi “Brak” yang cukup keras.  Kami berdua spontan menoleh ke belakang. Ternyata motor yang melewati kami tadi bertubrukan dengan motor lain yang muncul dari belakang kami.

Kedua motor dan pengemudinya jatuh, tapi untungnya tabrakan itu nggak parah, dan sepertinya tidak ada yang luka.  Kalo benjol sih mungkin yah. Anyway mereka bisa langsung berdiri setelah tabrakan itu.

“Kalau jalan liat2 dong mas!”bentak pengemudi motor yang ditabrak, sambil berusaha mendirikan motornya.

Si penabrak dengan tampang yang males banget menjawab begini,”Bukan salah saya mas, itu tuh gara-gara cewek lewat saya jadi ngga konsen.”

“Woi, mata loe itu yang meleng, naek motor liat depan dong bukan kebelakang!” bentak si korban sambil menstarter motornya.

Mungkin karena terburu-buru mau kuliah,urusan tabrakan itu nggak jadi panjang.  Kedua pengemudi itu yang saling bertabrakan itu berlalu setelah bisa menstarter motornya (sambil menahan ngilu kali yah hehe).

Seorang bapak-bapak yang kebetulan menyaksikan kejadian itu berkata pada kami berdua yang sempat bengong melihat kejadian barusan,”Makanya neng, kalo dandan jangan cantik-cantik, bikin orang meleng..” dan diamini pula oleh seorang penonton yang lain.

Hee?? Siapa yang nabrak, siapa yang disalahin? Kita yang berjalan kaki udah sampai minggir-minggir di gang, malah disalahin?

Mungkin saya perlu menambahkan tips safety riding sebagai berikut: jangan sampai meleng jika melihat hal-hal menarik yang anda jumpai di jalan, bisa fatal akibatnya! :D

3 responses so far

Jan 20 2011

Ayam Kecap

Published by luvjoy under Tak Berkategori

This is a very simple recipe of Ayam Kecap, but it tastes great! Just try.

Kenapa tidak pakai bawang putih/bawang merah? Karena kehabisan (kayaknya cuma emak-emak yang parah deh sampai kehabisan bawang  :D  ). Untungnya masih ada bawang bombay , hehehe, dan rasanya teteeeupp enak (kata misua).

Ayam Kecap

Bahan:

1/2  ekor ayam kampung/negeri, potong serasi, tusuk-tusuk dengan garpu,marinate  dengan kecap manis dan garam secukupnya. Diamkan 15-30 menit.

1 buah bawang bombay besar,iris kasar.

5 sendok makan kecap manis

1 1/2 sendok teh merica bulat,tumbuk halus

1/2 butir pala dihaluskan

1 sendok teh kecap inggris

4 sendok makan madu (optional)

2 sendok makan margarine untuk menumis

garam secukupnya.

Cara Membuat:

Tumis bawang bombay dengan margarine sampai harum, masukkan potongan ayam, aduk sebentar.  Tuangkan kecap manis, madu, merica, pala,kecap inggris dan garam, aduk-aduk sampai airnya keluar.

Tambahkan 1 gelas air (250 cc), masak ayam sampai bumbu meresap, ayam berwarna coklat, dan airnya hampir  habis. Bumbu ayam akan menjadi kental.

Hidangkan ayam kecap disiram bumbu kental tadi. Hmmm…Sooo yummy.

No responses yet

Jan 16 2011

Chicken Kiev

Published by luvjoy under Kuliner and tagged: ,

Suatu sore saya kehabisan ide untuk memasak. Sejak asisten ga ada, saya yang jarang masak harus rajin putar otak untuk menyajikan menu yang tidak membosankan. Saat itu di kulkas tinggal ada daging dada ayam dan daun bayam mentah. Tahu dan tempe habis. Mau masak telur kok bosen. Mau belanja ke supermarket kok males luar biasa,karena toh keesokan harinya adalah hari sabtu,harinya saya belanja.

Di kulkas masih ada sisa sedikit butter. Ah, butter memberi saya ide. Kenapa saya nggak coba membuat chicken Kiev? Googling sebentar resepnya, dan langsung saya siapkan bahan Chicken Kiev kreasi saya.

Chicken Kiev adalah masakan yang asalnya dari salah satu negara mantan anggota Uni Soviet,Ukraina. Menurut oom Gugel Chicken Kiev ini diciptakan oleh seorang koki asal Perancis sebagai persembahan untuk Permaisuri Rusia pada abad ke 18. Konon sang Permaisuri saat itu tergila-gila pada cita rasa masakan Perancis. Sekilas,Chicke Kiev ini cara pengolahannya mirp dengan Chicken Cordon Bleu, masakan daging dada ayam yang diisi dengan daging asap dan keju. Bedanya, Chicken Kiev ini berisi potongan mentega dingin dan sayuran. Pengolahannya dibumbui tepung roti lalu digoreng atau bisa juga dipanggang.

Di resep dr Google, sayuran yang digunakan adalah daun dill ,bisa juga daun parsley. Karena di rumah saya hanya punya bayam, maka saya menggunakan bayam tersebut untuk isian. Aslinya daging dada ayam yang digunakan tidak dibumbui lebih dahulu. Tetapi karena saya ngga ingin rasa ayamnya jadi tawar,maka sebelum diolah, ayamnya saya bumbui terlebih dahulu.

Chicken Kiev a la Luvjoy

Bahan:
2 potong daging dada ayam tanpa kulit dan tulang, dibumbui dengan bumbu dibawah ini, diamkan 30 menit.

Bumbu untuk marinating:
3 siung bawang putih, dihaluskan
1/2 sendok teh merica bubuk
1/2 sendok teh cabai bubuk
garam secukupnya

Isian :
100 gr butter dingin
3 siung bawang putih,rajang kecil2 halus,ditumis sebentar saja (30 detik)
1 sendok makan oregano bubuk
1/2 ikat daun bayam;bersihkan, ambil daunnya saja dan dirajang halus.

Pelapis:
3 sendok makan tepung terigu,bubuhi sedikit garam dan merica bubuk.
1 butir telur ayam kocok lepas
tepung roti secukupnya

Cara membuat:
Campur rata butter dingin,tumisan bawang putih,oregano,rajangan daun bayam,dan sedikit garam, bagi 2, sisihkan.

Buat irisan di bagian samping dada ayam yang sudah dibumbui tadi menggunakan pisau kecil, buatlah semacam ‘kantong’ pada bagian dalam dada ayam tersebut untuk mengisikan adonan butter.
Isikan campuran butter dan bayam ke dalam dada ayam, gunakan sumpit untuk memasukkan. Padatkan isian dan rapikan bentuknya, jahit lubang yang menganga supaya mentega tidak meluber keluar saat digoreng.
Gulingkan ayam kedalam campuran pelapis tepung terigu sampai rata, lalu gulingkan ke kocokan telur. Terakhir balut dengan tepung roti. Simpan di kulkas selama 15 menit.

Goreng dalam minyak panas dan banyak sampai berwarna kuning keemasan, usahakan jangan terlalu sering membolak baik ayam selama menggoreng. Sebelum disajikan, lepaskan benang jahitan.
Sajikan hangat dengan mengiris bagian tengah Chicken Kiev, nikmati aroma mentega cair yang meleleh keluar,harum bawang putih dan oregano yang hmmmmm….sungguh menggoda selera.

Sumpah, Chicken Kiev walaupun cuma diisi bayam, tetep enak banget!
screenshot menyusul yah, karena postingan ini dibuat pake hp,ga bisa uploadnya.

No responses yet

Des 27 2010

Ayam Kodok

Published by luvjoy under Tak Berkategori


Pas natal kemaren, saya membuat Ayam Kodok, resep yang (sumpeh susah banget bikin ini) jadi kebanggaan mama saya.

Yup. mama saya jago banget bikin Ayam Kodok.

Rasanya tetep aja lebih enak punya mama (menurut saya), tapi kata Mama, buatan saya udah cukup enak kok.. makasih ya mama ..

Resepnya sebetulnya mudah dan simpel, yang sulit dan ribet adalah menguliti ayamnya tanpa membuat kulit ayam jadi robek.  Dan untuk pekerjaan ini saya dibantuin sama kakak ipar saya yang buaeeek jadi hasilnya rapi dan bagus…makasih ya Mbak.

Ayam Kodok

Ayam Kodok

Bahan Ayam Kodok:

1(satu) ekor ayam utuh, berat 1 kg

400 g daging sapi cincang

500 g daging ayam cincang

1 butir bawang Bombay diiris halus

5 siung bawang putih, dirajang

3 siung bawang merah, dirajang

3 sdm margarine untuk menumis

1 butir telur ayam besar, kocok lepas

2 lembar roti tawar, direndam dalam susu sampai hancur lalu diperas.

1 sendok teh merica bubuk

½ sendok teh pala halus

1 ½ sendok teh kecap inggris

10 butir telur puyuh rebus, kupas kulitnya.

Garam dan gula secukupnya

Saus:

½ butir bawang Bombay

500 ml air kaldu

5 siung bawang merah,dirajang

3 siung bawang putih, dirajang

2 sdm kecap manis

1 sendok teh merica bubuk

1 sendok teh pala bubuk

½ sendok the kecap inggris

Gula dan garam secukupnya

1 butir tomat, buang bijinya, iris halus.

2 sendok makan maizena, campur dengan 2 sendok makan air.

Pengoles (campur semua bahan jadi satu):

3 sdm margarine

5 sendok makan kecap manis

1 sendok makan madu

3 siung bawang putih, haluskan.

Garam, merica bubuk dan pala bubuk secukupnya

Pelengkap: kentang goreng, wortel (diiris dan direbus), buncis (dipotong-potong dan direbus), daun selada, tomat untuk garnish

Cara membuat:

Lepaskan kulit ayam dengan hati-hati dengan membuat irisan di dada ayam, gunakan pisau kecil.

Pisahkan daging ayam dari kulitnya, termasuk bagian paha. Tinggalkan bagian ujung sayap, nanti yang tertinggal hanya kulit dan ujung sayap. Bumbui kulit ini dengan campuran garam, merica dan pala bubuk. Sisihkan.

Daging ayam yang sudah dilepas tadi dipisahkan dari tulangnya, giling halus sampai mendapatkan 500 gram.

Tumis bawang putih, bawang Bombay, dan bawang merah sampai harum dengan mentega, lalu campurkan dengan daging ayam giling, daging sapi cincang. Tambahkan kecap inggris, kocokan telur, roti, merica, pala, garam dan gula. Aduk sampai rata.

Isikan adonan ini ke dalam kulit ayam, letakkan /tata telur puyuh rebus di dalamnya, tutupi lagi dengan adonan sampai habis. Jahit kulit ayam dan bentuklah sedemikian rupa sehingga kembali menyerupai ayam utuh.

Saya sudah menjahit sebagian kulitnya sebelum diisi, sehingga saat diisi bisa sekalian membentuk ayamnya. Kalau ada bagian yang robek segera jahit. Gunakan benang warna gelap (biar gampang ngambilnya lagi).

Kukus ayam kodok selama 1 jam. Angkat, letakkan di loyang lalu oles dengan bahan pengoles. Panggang selama 30 menit. Selama dipanggang sekali-sekali dioles kembali dengan bahan pengoles.

Saus:

Tumis bawang putih, bawang Bombay dan bawang merah dengan margarine sampai harum. Masukkan air kaldu, merica, pala, garam, gula, kecap manis, kecap inggris dan tomat. Masak sampai mendidih dan rasanya pas, tambahkan larutan maizena untuk mengentalkan kuah. Masak sampai mendidih, angkat.

Penyajian:

Letakkan ayam kodok dalam piring berhias daun selada.

Sajikan bersama pelengkap yaitu kentang goreng, wortel rebus, buncis rebus.

Hidangkan bersama saus tomat dan saus sambal.

(Biasanya awak akan menambahkan cabai rawit giling dalam adonan isi biar pedes menggigit, namun karena maag awak lagi kambuh, jadi pakai merica aja lah)

Biarpun agak telat:

Merry Christmas buat yang merayakan, dan untuk yang merayakan : Happy Holiday!

4 responses so far

Des 19 2010

Kroket Londo(n).. eh.. Londo

Published by luvjoy under Artikel, Kuliner and tagged: , ,

Saya termasuk penggemar kroket. Jajanan satu ini sangat mudah dijumpai di toko kue di mana saja. Biasanya saya beli kroket di pasar tradisional langganan saya. Di sana ada dua toko kue yang menjadi favorit saya kalau beli kroket. Kroket dari kedua toko itu sama enaknya,mungkin saja pemasoknya sama :)

Umumnya kroket yang kita kenal adalah kroket kentang,yaitu kroket dengan bahan dasar kentang,diisi dengan ragout dari daging atau ayam. Kata mama saya,asalnya kroket itu dibuat dengan bahan dasar tepung terigu. Kroket kentang adalah modifikasi kroket terigu tadi,namun pada perkembangannya justru kroket kentang ini lebih populer.

Sekali sekali saya ingin juga merasakan kembali kroket terigu. Kroket ini juga dikenal dengan sebutan kroket londo. Kroket londo masih cukup populer di Solo dan Salatiga. Karena di sini agak susah cari kroket londo, ya udah bikin aja sendiri.
Cari-cari resep di buku resep mama, inilah kroket londo ala saya. Seperti biasa, saya kalau memasak tidak pernah mencontek abis sesuai resep,selalu ada modifikasi. Biasanya sih modifikasi terjadi karena ketersediaan bahan yang ada,hehe. Khusus kroket londo,aslinya bumbunya ga pakai bawang putih. Cuma bawang merah aja. Nah khusus yang ini saya ga ingin modif.

kroket londo

Kroket

Bahan:
250 gram daging sapi (sengkel),rebus bersama sedikit garam dan merica, setelah empuk dan matang disuir-suir halus. Kentalkan air kaldunya sampai sekitar 60 -75 ml.
150 gram tepung terigu, sangrai sambil diaduk sampai agak berubah warna menjadi kecoklatan.
300 cc susu cair.
12 siung bawang merah,cincang halus (saya emang royal pakai bawang,lebih sedep rasanya)
1 sdt garam
1 sdt merica,dihaluskan(saya pakai merica yang ditumbuk,bukan merica bubuk siap pakai.Lebih wangi)
1/2 butir pala,dihaluskan
1 sdt gula pasir
50 gram keju parut
60 gram butter (kalau ga ada boleh diganti margarin) untuk menumis.
2 kuning telur.
2 putih telur kocok lepas.
tepung panir untuk menggoreng (bagusnya pakai tepung panir biasa,bukan yang kasar seperti tepung tempura,tapi karena dirumah cuma ada tepung panir kasar,ya pakai itu)

Cara membuat:
Panaskan butter atau margarin,tumis bawang merah sampai harum dan layu, masukkan suiran daging, aduk rata, tambahkan gula, garam, merica, dan pala. Aduk.
Tambahkan susu cair dan air kaldu daging, aduk, biarkan hingga mendidih.
Sedikit sedikit tambahkan terigu sangrai sambil diaduk terus sampai rata dan licin. Gunakan api kecil.Masukkan kuning telur dan keju parut, aduk. Bila adonan terasa kasar atau berbutir,tambahkan butter sedikit-sedikit sampai adonan licin. Masak sampai matang.

Angkat, dinginkan, lalu pulung adonan membentuk lonjong (besarnya sesuai selera). Gulingkan dalam putih telur, lalu gulingkan dalam tepung panir. Ulang proses memanir sekali lagi. Simpan sebentar di lemari pendingin.
Goreng adonan dalam minyak panas yang banyak sampai warnanya kecoklatan. Kalau bikin kroketnya banyak, saring minyak sesekali untuk memisahkan sisa tepung panir yang larut. Sisa panir ini bisa membuat kroket cepat kosong.

Sajikan kroket dengan saus sambal/mayones/saus tomat.

Screenshot menyusul yeee…

Setelah jadi,rasanya mirip dengan bitter ballen, tetapi tetep gurih dengan wangi spicy yang khas. Rasanya jelas beda dengan kroket kentang,karena gurihnya daging tersebar merata. Enak banget disajikan waktu hangat, buktinya hubby langsung habis lima potong,hehe. Oh ya,daging sapi boleh diganti dengan daging ayam rebus. Sama enaknya.

Inilah update setelah berbulan-bulan gak ngeblog :)

8 responses so far

Sep 15 2010

Just A Note

Published by luvjoy under Tak Berkategori

 photo

 

Happy Our Anniversary, my Love,

We’ve gone through our sunshines and storms,

but we know that every end of the day we always  see our beautiful rainbow.

I just want to grow old with you and our children, watching that rainbow together.

No words can express my thankful poem for you,

for being my loving, caring and wonderful husband through these amazing years.

7 responses so far

Mei 14 2010

Bertemu Bang Udin

Published by luvjoy under Cinta and tagged: , ,

Halo Dblogger,

beberapa hari yang lalu, teh Anny dan Kang MT menulis tentang bang Udin  http://udinkoxx.blogdetik.com) yang sedang dirawat di RS Fatmawati karena hidronefrosis.
Hari Selasa malam, 11 Mei, saya berkesempatan menemui beliau di sana. Memang benar bahwa beliau sudah 20 hari dirawat di RS Fatmawati.

Postingan tentang bang Udin juga bisa ditemui di Blog Julia dan Blog Kang MT.
Selasa sore, saya menjalankan ‘tugas negara’ di daerah Cipete. Jarum jam baru menunjukkan pukul 19.30 ketika tugas saya selesai. Saya teringat sms Anny yang mengabarkan kalau Bang Udin masih dirawat di RS Fatmawati, tidak jauh dari lokasi saya saat itu. Saya memutuskan untuk menjenguk beliau secepatnya sebelum jam besuk berakhir.

Setelah mendapatkan nomor HP bang Udin dari Kang MT, saya menghubungi beliau. Ternyata beliau saat itu masih terjaga dan bisa ditemui. Puji Tuhan. Perlu waktu sekitar 10 menit untuk berjalan kaki dari parkiran ke Gedung Teratai tempat Bang Udin dirawat. Saat saya sampai, sebenarnya jam besuk telah lewat, sudah pukul 20.30. Untungnya penjagaan ruang rawat tidak ketat sehingga saya tetap bisa bertemu Bang Udin.

Saya tidak akan membahas penyakit bang Udin di sini, melainkan kesan saya terhadap perjumpaan saya dengan Abang yang luar biasa ini, beserta Istrinya yang juga seorang perempuan tangguh.

Terus terang, walaupun sudah ketemu dengan beliau beberapa kali di kopdar, baru kali inilah saya bisa berbincang banyak dan mengenal beliau lebih dalam.
Meskipun telah menjadi seorang paraplegia sejak usia 10 tahun, tidak menyurutkan semangat bang Udin untuk menjadi seorang yang mandiri, berkarya bahkan memberikan yang terbaik untuk sesama.

Sejak kecil beliau telah mengikuti rehabilitasi medik di RS Fatmawati, dan menurut beliau Unit Rehabilitasi Medik di RS Fatmawati Jakarta adalah yang terbaik untuk para difabel terutama penyandang paraplegia.
Bang Udin yang saat ini masih aktif di YPAC juga mengungkapkan bahwa masyarakat belum memiliki akses pengetahuan yang cukup tentang Unit Rehab Medik dan manfaatnya bagi para penderita difabel. Beliau pernah menemukan seseorang yang baru saja mengalami paraplegia akibat kecelakaan, yang dirawat di sebuah rumah sakit didaerah Jawa Barat. Pihak IGD RS meminta pasien pulang karena luka operasi sudah sembuh dan bisa dirawat jalan, namun tidak ada penanganan lebih lanjut terhadap kondisi pasien yang secara psikis sangat down akibat musibah yang dideritanya.

Berkat petunjuk Bang Udin yang mengarahkan dan memotivasi pasien tersebut untuk mengikuti Rehabilitasi Medik di RS Fatmawati, saat ini pasien yang bersangkutan sudah bisa menyesuaikan diri dengan keadaannya dan sedang berlatih untuk mandiri. Semangat hidupnya tumbuh kembali. Sebenarnya kondisi inilah yang diharapkan Bang Udin dari Pemerintah bagi para difabel. Kaum difabel memiliki semangat hidup, motivasi untuk mandiri, serta akses yang memadai dan terjangkau untuk melakukan rehabilitasi medik dan pengobatan yang dibutuhkan.

Kemandirian bang Udin sebagai seorang paraplegia sungguh membuat saya kagum sekaligus malu hati. Beliau bekerja penuh waktu di kantornya di Bilangan Sudirman. Beliau memodifikasi sendiri mobil Corolla miliknya supaya bisa dikemudikan sendiri. Bahkan dia pernah menyetir mobilnya sendiri dari Jakarta ke Madiun. Luar biasa.

Pada saat saya menjumpai beliau, istri Bang Udin juga hadir (duh, saya lupa nggak tanya namanya, maaf ya Mbak). Sudah 10 tahun mereka menikah. Sang istri setia mendampingi Bang Udin kemana-mana. Kekaguman saya makin bertambah kepada keluarga ini. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk menjalani pernikahan, dan rupanya keterbatasan justru menjadi kekuatan untuk tetap mempertahankan cinta dan keutuhan biduk rumahtangga.
Itulah Bang Udin. Rencana saya berbincang dengan beliau yang cuma 30 menit, bahkan sudah sempat minta pamit, menjadi molor hingga satu jam lebih karena belum puas mendengar cerita-cerita beliau yang sungguh menginspirasi.

Hari ini semestinya beliau sudah berada di rumah. Beliau menitipkan salam buat sahabat -sahabat semua.
Buat sahabat-sahabat dblogger, mohon maaf karena saya ngga koordinasi dengan kalian waktu mau tengok bang Udin. Namanya juga dadakan dan tidak terencana.

Bang Udin, semoga cepat sembuh ya, Saya menantikan kesempatan lagi untuk bertukar pikiran dengan Bang Udin saat kopdar. Tetaplah tularkan semangat juangmu pada kami semua. You are truly an inspiring person.

12 responses so far

Mei 02 2010

Sarapan di Hotel

Saya adalah orang yang jarang sarapan.  Namun,  harus ada secangkir kopi atau teh untuk direguk  sebelum memulai hari, dan itu buat saya sudah cukup untuk mengisi perut sampai jam makan siang tiba. Buat suami,  saya sering menyiapkan sarapan atau bekal untuk beliau bawa ke kantor, tapi saya sendiri jarang menikmati sarapan yang saya buat.

Hal ini tidak berlaku kalau saya sedang upcountry ke luar kota.  Di setiap perjalanan dinas saya, saya selalu mencari dan menikmati sarapan pagi khas kota yang saya singgahi tersebut.  Paling gampang, apalagi kalau bukan sarapan di hotel tempat saya menginap.  Saya selalu meluangkan waktu yang agak panjang untuk menikmati sarapan di hotel.  Biasanya menu sarapan di hotel itu prasmanan, dan biar gak rugi, saya berusaha mencicipi sebanyak mungkin makanan yang saya anggap enak atau menarik,  karena sudah dibayar bersama harga kamar yang disewa kan, hehehe.

Nah saya amati, restoran hotel (minimal bintang 3) setiap menyajikan menu breakfast, minimal ada 2 set menu yang terhidang:  Intercontinental Menu atau Asian Menu plus American breakfast set menu.

Untuk American Breakfast, kurang lebih menunya seperti roti bakar dan bermacam pengoles, sereal dan susu, orange juice, teh dan kopi, omelet/mata sapi/scrambled egg, pancake, waffle, ham atau beef bacon, sosis, dan kentang. Bisa kurang atau lebih lengkap.

American Breakfast

American Breakfast

Intercontinental (menu campuran) atau Asian menu memiliki gabungan cita rasa masakan barat dan timur.  Menunya kurang lebih seperti ini: bubur ayam atau dimsum, sup, nasi putih dan nasi goreng, salad lengkap dengan macam-macam dressing/saus, masakan ayam/daging/sayuran yang dimasak dengan bumbu dan cita rasa lokal, minimal seperti chinese food, aneka roti dan pastry, dessert, dan aneka juice.

Hotel lokal seperti Hotel Santika, Group Prime Plaza Hotel (Yogyakarta Plaza, Surabaya Plaza, Bali Dynasty Hotel) umumnya selalu menyajikan masakan lokal dalam menu breakfast sebagai signature dish-nya, disamping menu yang sudah biasa. Namun tidak ketinggalan Group Hotel Internasional seperti Accor Hotel (Novotel/Ibis), atau Ritz Carlton, Intercontinental Plaza Hotel  juga selalu memasukkan menu lokal ini.

Di Hotel Santika Semarang pasti ada Soto Bangkong atau Es Dawet, di Hotel Lor In Solo saya pernah mencicipi Nasi Liwet Komplit sedangkan di Ibis Pekanbaru ada gulai ikan, di Surabaya Plaza Hotel saya pernah menikmati rawon khas Surabaya dan tahu petis.  Namun yang paling berkesan adalah Hotel Dinasti (lokal) di Purwokerto yang menyajikan tempe mendoan yang rasanya mak nyus banget.

Keberadaan menu lokal pada  breakfast hotel sangat membantu saya untuk mencicipi kuliner khas lokal tanpa harus jauh-jauh mencarinya terutama jika jadwal saya sangat padat.Sedangkan sebagai seorang yang doyan makan, rasanya ngga rela aja hati ini bila sudah berkunjung ke suatu daerah namun tidak bisa menikmati makanan khas daerah tersebut.  Bisa-bisa saya kepikiran berhari-hari, hahaha.. lebay banget ya.

Contohnya seperti di Solo dan Yogya pada perjalanan dinas yang baru lalu, saya hanya berada di kota tersebut selama sehari.  Kerinduan pada nasi liwet, bubur candil dan gudeg cukup terobati dengan menikmati sarapan pagi di hotel.

Yogya Plaza hotel

Yogya Plaza hotel

Di Batam, di hotel tempat saya menginap tidak ada menu sop ikan Batam yang katanya enak itu.  Akhirnya saya mencari diluar, dan untungnya ketemu yang enak berkat bantuan petunjuk seorang sahabat.  Lega deh hati ini, sop ikan yang saya rasakan di Batam jauh lebih enak dibanding yang di Tangerang sini walaupun restorannya berasal dari waralaba yang sama.

Menikmati makanan di kota yang saya singgahi waktu perjalanan dinas adalah salah satu cara untuk memompa semangat kerja dan menyingkirkan homesick terutama jika perjalanan saya cukup panjang waktunya.

Dan bila saya suka pada makanan tertentu, biasanya saya segera mencari resepnya untuk membuat masakan yang sama di rumah. Menambah perbendaharaan eh, pengetahuan memasak saya.

Nah, tips dari saya untuk menikmati sarapan di hotel terutama yang bermenu prasmanan:

  • bangunlah pagi dan datanglah ke restoran lebih awal supaya anda punya waktu lebih banyak untuk menikmati sarapan sebelum aktivitas anda dimulai (berlaku buat yang mengikuti perjalanan dinas)
  • sebelum mulai sarapan, review dulu seluruh menu yang disajikan, mulai dari appetizer sampai ke minuman maupun dessertnya.
  • tentukan menu apa saja yang akan anda cicipi.  kalau saya, biasanya saya pasti skip american breakfast karena menu seperti itu bisa dibuat sendiri di rumah, kecuali kalau tidak ada pilihan lain.
  • jangan mengambil makanan terlalu banyak, secukupnya saja dan habiskan apa yang anda ambil.  ingat, di prasmanan memang boleh mengambil sesukanya namun demi etika dan kemanusiaan, hargailah mereka yang telah memasak makanan tersebut dan ingatlah masih banyak mereka yang tidak bisa menikmati makanan seperti anda.
  • bila anda cocok dengan masakan tersebut, sempatkan memberi pujian/compliment pada chef di hotel tersebut.

Well, enjoy your breakfast!

17 responses so far

Next »